Jakarta – Rumah milik anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini telah dibongkar hingga rata dengan tanah. Berdasarkan pantauan pada 14 November 2025, dua ekskavator terlihat bekerja mengangkut sisa material bangunan yang sebelumnya sempat dijarah massa pada akhir Agustus 2025.
Tumpukan kayu, besi, bebatuan, hingga potongan pipa terlihat berserakan di lahan tersebut. Debu sesekali beterbangan saat alat berat menggerakkan puing bangunan dan memindahkannya ke truk-truk pengangkut. Beberapa pekerja memakai baju berwarna biru bertuliskan nama Ahmad Sahroni.
Abdullah, salah seorang pekerja, menyampaikan bahwa proses pembongkaran dimulai sejak 10 November 2025. Ia tidak mengetahui kondisi rumah sebelum pekerjaan dimulai.
“Saya masuk ke sini udah tinggal beton aja. Udah enggak ada barang,” ujarnya (14/11/2025).
Di sisi lain, petugas terlihat menyiramkan air untuk menekan debu, sementara lahan kosong di bagian depan digunakan untuk menata sisa material seperti tabung oksigen, kayu, dan potongan besi.
Sahroni Ceritakan Detik-Detik Penjarahan
Ahmad Sahroni kembali muncul ke publik saat menghadiri doa bersama di depan rumahnya pada 2 November 2025. Dalam kesempatan itu, ia mengisahkan momen menegangkan ketika rumahnya diserbu dan dijarah.
Ia mengatakan bahwa dirinya sempat bersembunyi di atas plafon untuk menghindari massa, namun plafon tersebut tidak kuat menahan beban tubuhnya.
“Plafonnya enggak kuat, saya jatuh. Akhirnya plafonnya saya hancurin sekalian,” kata Sahroni (2/11/2025).
Setelah terjatuh, ia bersembunyi di kamar mandi selama kurang lebih satu jam.
“Saya satu jam pertama duduk, sudah berserah diri kepada Allah SWT. Kalaupun hari itu meninggal, saya ikhlas,” ujarnya.
Sahroni juga menceritakan bagaimana ia akhirnya dapat keluar dari rumah pada malam hari dengan bantuan warga sekitar. Ia secara khusus berterima kasih kepada tetangganya, Haji Dhani, yang memberinya perlindungan.
“Saya lompat dari belakang ke rumah beliau sekitar jam 22.15 WIB,” ungkapnya.
Pembongkaran rumah ini menandai titik baru setelah peristiwa penjarahan yang meninggalkan jejak kerusakan besar dan pengalaman traumatis bagi Sahroni.









