Pencarian Dua Pemancing Hilang di Ciemas Terus Dikebut Meski Dihantam Cuaca Buruk

BERITA, SUKABUMI309 views

Sukabumi – Upaya pencarian terhadap dua pemancing yang hilang terseret ombak besar di Pantai Cikeueus, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terus dilakukan tim SAR gabungan. Cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi masih menjadi hambatan utama sejak operasi dimulai.

Kepala Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, menyampaikan pada Senin (17/11/2025) bahwa pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian dua sektor. “Tim melakukan penyisiran dengan perahu LCR hingga radius empat nautical mile dari titik kejadian. Sementara tim lainnya menyisir daratan sepanjang dua kilometer,” ujarnya.

Dua pemancing yang hilang tersebut adalah Ujang Agus (40), warga Kampung Babadan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, dan Deni Setiawan (35), warga Kampung Otista, Kelurahan Pelabuhanratu, Kecamatan Pelabuhanratu. Keduanya dilaporkan terseret ombak besar saat memancing di area batuan karang Pantai Cikeueus—lokasi yang dikenal rawan karena arus kuat dan gelombang tinggi, sebagaimana disampaikan Suryo pada Senin (17/11/2025).

Hingga petang, tanda-tanda keberadaan kedua korban belum ditemukan. Suryo menerangkan seluruh unsur SAR gabungan bekerja sejak pagi hingga pukul 17.30 WIB, namun kondisi alam benar-benar membatasi pergerakan tim. “Gelombang tinggi dan hujan disertai angin kencang menjadi tantangan paling berat. Namun seluruh unsur SAR tetap berupaya semaksimal mungkin. Pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi,” katanya.

Operasi ini melibatkan sedikitnya 17 unsur SAR gabungan, di antaranya Pos SAR Sukabumi, Polsek Ciemas, Polair Polres Sukabumi, Pos AL Pelabuhanratu, Koramil Ciemas, Pramuka Peduli, Sarda, relawan kemanusiaan seperti Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, Sigap Pasundan, Classic Bikers Pelabuhanratu, serta dukungan masyarakat dan keluarga korban. Peralatan seperti Rescue Car Hilux, perahu karet, perlengkapan selam, dan peralatan SAR air juga dikerahkan.

Suryo menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor paling menghambat. “Arah angin tidak stabil dan ombak sering tiba-tiba meninggi. Ini sangat membatasi ruang gerak tim, terutama yang melakukan pencarian menggunakan perahu,” jelasnya.

Ia menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan. “Pencarian hari ketiga dijadwalkan dimulai Selasa (18/11) pagi dengan perluasan area pencarian mengikuti arah arus dan potensi pergerakan korban,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed