20 Bencana Melanda Kabupaten Sukabumi dalam Dua Hari Akibat Cuaca Ekstrem

BERITA, SUKABUMI417 views

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan adanya 20 kejadian bencana alam dalam kurun dua hari, yakni pada Kamis 20 November hingga Jumat 21 November 2025. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras dan angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, dalam laporan pada 21 November 2025 pukul 16.15 WIB menyampaikan bahwa seluruh kejadian telah ditangani bersama pemerintah desa, kecamatan, relawan, dan warga setempat. “Tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian peristiwa ini,” ujar Daeng.

Longsor Mendominasi Kejadian

Tanah longsor menjadi insiden yang paling banyak terjadi. Di Kampung Garduh, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, longsor pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB menyebabkan dapur rumah milik Aep Saepudin hilang terbawa material longsor.

Di Kecamatan Cikidang, tepatnya Kampung Pasirgombong, Desa Pangkalan, longsoran tebing pada pukul 19.30 WIB menimpa rumah Abdul Latif sehingga pemilik rumah harus mengungsi. Dua rumah lainnya turut terancam.

Sejumlah longsor juga merusak Tembok Penahan Tanah (TPT) maupun mengancam permukiman di beberapa titik, di antaranya:

  • Kampung Cisonggom, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar (Jumat, 04.00 WIB): Longsoran TPT menjebol dinding rumah Hobir Supriatna.

  • Kampung Situsaeur, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak (Kamis, 17.30 WIB): Longsor TPT mengancam satu rumah berisi dua KK.

  • Kampung Cibosok, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas (Kamis, 17.20 WIB): Longsor berulang di area belakang rumah Rival Fadli.

  • Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung (Kamis, 17.30 WIB): Jembatan penghubung sepanjang 20 meter hanyut terbawa arus Sungai Ciseureuh.

  • Kampung Salagombong, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan (Kamis, 19.00 WIB): Longsor TPT jalan sepanjang 20 meter mengancam rumah milik Jono.

Rumah Ambruk dan Kerusakan Bangunan

Selain longsor, beberapa rumah warga mengalami ambruk akibat struktur yang melemah dan terpaan hujan intensitas tinggi.
Di Kampung Cikole, Kecamatan Sukaraja, atap rumah milik Ibu Mimin runtuh pada Kamis pukul 17.40 WIB.
Di Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, rumah Ibu Sopiah roboh pada Kamis dini hari.
Peristiwa serupa terjadi di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, serta di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, di mana sejumlah rumah rusak dan sebagian warga direkomendasikan untuk direlokasi karena kondisi tanah yang tidak lagi stabil.

Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan

Dua kejadian pohon tumbang dilaporkan menghambat arus lalu lintas.
Di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, dahan pohon besar menutup jalan nasional pada Kamis siang.
Sementara di Jalan Raya Sukabumi–Cianjur, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, pohon tumbang sempat menyebabkan kemacetan sekitar 30 menit.

Daeng Sutisna mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng tebing dan bantaran sungai. Ia menegaskan perlunya melapor segera apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed