Sukabumi – Ketua Komisi II DPRD Sukabumi, Hamzah Gurnita, menjalankan kegiatan Reses Pertama Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Simpenan, Jumat (6/2/2026).
Momen ini digunakan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait pemulihan daerah yang terkena bencana alam.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Kaung Luwuk, Desa Cidadap, dihadiri tokoh masyarakat, aparat desa, dan puluhan warga.
Forum reses berjalan aktif dengan beberapa masukan yang disampaikan langsung ke wakil rakyat tersebut.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan penghargaan atas pembangunan infrastruktur yang sudah diwujudkan pemerintah daerah.
Peningkatan mutu jalan desa yang kini berlapis hotmix serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dinilai memberikan dampak besar.
Selain memudahkan mobilitas masyarakat, keberadaan PJU juga mendukung kegiatan ekonomi warga, terutama di malam hari. Akses distribusi hasil pertanian dan perdagangan menjadi lebih lancar dibanding sebelumnya.
“Sekarang jalan sudah bagus dan terang. Aktivitas warga jadi lebih nyaman, terutama kalau malam,” kata salah seorang warga dalam forum tersebut.
Meski begitu, warga juga mengungkap masalah yang belum teratasi pascabencana. Kerusakan jaringan irigasi jadi sorotan utama karena langsung mempengaruhi sektor pertanian, yang merupakan mata pencaharian mayoritas warga Desa Cidadap.
Tokoh masyarakat setempat, Bibin Mulyadi (58), menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur pertanian harus jadi prioritas.
“Kerusakan irigasi sangat memengaruhi hasil panen. Selain itu, fasilitas umum dan sarana ibadah juga masih perlu perhatian serius,” katanya.
Menurutnya, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hamzah Gurnita memastikan semua masukan warga akan dibawa ke pembahasan di DPRD Sukabumi.
Hamzah menegaskan komitmennya untuk mengawal program pemulihan daerah terdampak bencana agar masuk prioritas pembangunan daerah.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali fisik yang rusak, tetapi memastikan keberlangsungan hidup masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Hamzah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah pusat, agar percepatan pemulihan bisa berjalan optimal.
Hamzah juga mendorong pembangunan desa dilakukan secara berkelanjutan dan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan menyerap aspirasi langsung melalui reses, diharapkan kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab masalah riil di lapangan, khususnya dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pertanian dan fasilitas umum di wilayah Simpenan.









