Warudoyong RW 01 Bangun Kampung Maggot, Sampah Rumah Tangga Jadi Peluang Ekonomi

SeputarSukabumi – Warga RW 1 Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi berhasil mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis budi daya maggot yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.

Melalui program tersebut, sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan larva maggot sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi warga.

Lurah Warudoyong, Nuke Nurul Aini, mengatakan keberhasilan program tidak lepas dari kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan budi daya maggot.

“Sampah organik kita jadikan pakan maggot. Maggot ini bisa dipanen sekitar 18 hingga 20 hari sampai menjadi maggot dewasa,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, program tersebut berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat yang berhasil mengubah lingkungan menjadi lebih bersih, tertata, dan produktif. Selain membantu mengatasi persoalan sampah, hasil budi daya maggot juga mulai memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Keberhasilan RW 1 Warudoyong bahkan mendapat apresiasi di tingkat Kota Sukabumi dengan meraih juara pertama dalam sayembara pengelolaan sampah.

Maggot hasil budi daya dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi dan umpan memancing. Dari pengembangan tersebut, warga juga mulai merintis peternakan ayam dan bebek berbasis pakan maggot.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada sekitar 20 ekor anak ayam dan bebek,” kata Nuke.

Ia menjelaskan, seluruh proses pengelolaan dilakukan secara gotong royong mulai dari pengumpulan sampah, pemilahan, hingga pengolahan maggot. Semangat kebersamaan warga dinilai menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.

“Mulai dari pengumpulan sampah, pemilahan, hingga pengelolaan maggot dilakukan bersama-sama dengan penuh antusias,” jelasnya.

Selain memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, inovasi tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat karena budi daya maggot dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan dengan biaya operasional relatif rendah.

“Kehadiran budi daya maggot mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengurangan sampah dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed