SUKABUMI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan peran strategis pemuda sebagai motor perubahan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Yugo Andika Aditio, yang akrab disapa Kang Ugo, Wakil Ketua KNPI Kota Sukabumi Bidang Pemerintah Daerah dan Kebijakan Publik, dalam pesannya kepada seluruh pemuda Kota Sukabumi.
Selain aktif di KNPI, Kang Ugo juga dikenal sebagai Pimpinan Sekretariat DKM Masjid Agung Kota Sukabumi, seorang pelaku ekonomi kreatif, serta sosok yang aktif menyampaikan berbagai gagasan kreatif dan kolaboratif untuk mendukung pembangunan dan inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Dalam refleksi Harlah KNPI ke-53, Kang Ugo mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang sangat dikenal oleh masyarakat.
«”Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”»
Menurutnya, kalimat tersebut bukan hanya ungkapan penuh semangat, tetapi mengandung makna mendalam mengenai kualitas seorang pemuda.
“Pertanyaannya adalah, pemuda seperti apa yang dengan jumlah hanya sepuluh orang mampu mengguncangkan dunia? Saya meyakini jawabannya adalah pemuda yang memiliki karakter kreatif dan kolaboratif,” ujar Kang Ugo.
Ia menjelaskan bahwa setiap pemuda pada dasarnya memiliki energi, idealisme, dan semangat yang luar biasa. Namun, tanpa kemampuan mengelola potensi tersebut, energi itu tidak akan menghasilkan perubahan yang berarti.
“Pemuda adalah sosok yang enerjik. Ketika energi itu dipadukan dengan kreativitas dan kemampuan berkolaborasi, maka lahirlah nilai tambah dalam kepemimpinan dan manajerial. Energi mereka akan tersalurkan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”

Menurut Kang Ugo, kreativitas merupakan simbol kekayaan intelektual yang melahirkan inovasi, sedangkan kolaborasi merupakan simbol kepemimpinan yang bijaksana karena mampu menyatukan berbagai potensi menjadi kekuatan bersama.
“Kreativitas adalah simbol kekayaan intelektual, sedangkan kolaborasi adalah simbol kepemimpinan yang bijak. Pemuda yang memiliki bekal intelektual sekaligus mampu merangkul dan bekerja bersama orang lain akan mampu mengguncangkan dunia dengan karya, kebaikan, dan kebermanfaatan bagi umat.”
Ia menambahkan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan secara individual. Dibutuhkan budaya kolaborasi lintas organisasi, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, hingga pemerintah agar setiap gagasan dapat diwujudkan menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui momentum Harlah KNPI ke-53, Kang Ugo mengajak seluruh pemuda Kota Sukabumi untuk menjadikan kreativitas sebagai budaya berpikir dan kolaborasi sebagai budaya bekerja.
“Jangan pernah lelah belajar, jangan takut berinovasi, dan jangan ragu berkolaborasi. Pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang mampu berdiri paling depan, tetapi mereka yang mampu mengajak orang lain berjalan bersama menuju perubahan yang lebih baik.”
Ia berharap KNPI terus menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, adaptif, inovatif, serta mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
“Selamat Hari Lahir KNPI ke-53. Semoga semangat persatuan, kreativitas, dan kolaborasi terus tumbuh di hati setiap pemuda Indonesia, khususnya pemuda Kota Sukabumi. Mari kita hadirkan karya, gagasan, dan pengabdian terbaik untuk kemajuan daerah, bangsa, dan kemaslahatan umat.”
Wallahu’alam bishawab.









