Ojol Sukabumi Desak Aparat Bertindak Tegas, Aksi Geng Motor Dinilai Semakin Mengancam Keselamatan

BERITA, SUKABUMI26 views

 

 

Sukabumi || Forum Diskusi Ojek Online (Ojol) Sukabumi Raya menyampaikan surat terbuka kepada Polres Sukabumi Kota dan Kodim 0607/Kota Sukabumi sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya aksi geng motor yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Melalui surat tersebut, para pengemudi meminta aparat keamanan mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi kejahatan jalanan yang dinilai telah berlangsung cukup lama.

 

Perwakilan Forum Diskusi Ojol Sukabumi Raya, Fitria Ihsan, mengatakan para pengemudi, khususnya yang bekerja pada malam hingga dini hari, menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi sasaran aksi kekerasan di jalan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut telah menciptakan rasa takut di kalangan pengemudi ojol yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas mengantar penumpang maupun barang.

 

“Kami berharap aparat dapat menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, terutama para pekerja malam. Keberadaan geng motor sudah terlalu lama menjadi ancaman dan perlu ditindak secara serius,” ujar Fitria.

 

Ia juga meminta penegakan hukum dilakukan secara konsisten terhadap para pelaku kejahatan jalanan. Menurutnya, tindakan tegas diperlukan agar memberikan efek jera sekaligus mencegah aksi serupa kembali terjadi.

 

“Kami berharap proses hukum benar-benar ditegakkan. Jika pelaku sudah diamankan, proses hukumnya harus berjalan sebagaimana mestinya sehingga bisa memberikan efek jera,” katanya.

 

Kekhawatiran para pengemudi semakin meningkat setelah insiden bentrokan antar-kelompok geng motor yang terjadi di kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Sukaraja, pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi Grab dan seorang sopir truk tangki Pertamina dilaporkan menjadi korban pembacokan.

 

Fitria mengungkapkan, sebelum kejadian tersebut, para pengemudi juga kerap mengalami intimidasi berupa aksi pengejaran oleh kelompok yang diduga geng motor saat melintas pada malam hari.

 

Akibat situasi yang dinilai semakin tidak kondusif, banyak pengemudi memilih mengakhiri aktivitas lebih awal demi menghindari risiko menjadi korban. Keputusan tersebut berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan karena waktu operasional menjadi lebih singkat.

 

“Biasanya kami masih bisa menerima order hingga larut malam bahkan menjelang pagi. Sekarang banyak yang memilih berhenti lebih cepat karena faktor keamanan. Kondisi itu tentu memengaruhi penghasilan kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed