Sampah Jadi Ekonomi, KKN-T IPB Dorong Warga Desa Sangrawayang Kelola Sampah Organik Bernilai Ekonomis

SUKABUMI144 views

SUKABUMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 menggelar program Sampah Jadi Ekonomi (SANG SAE) di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

 

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap di tiga dusun, yakni Dusun Cibutun pada 18 dan 24 Juli 2026, Dusun Citamiang pada 28 Juli 2026, serta Dusun Cibeas pada 31 Juli 2026. Sebanyak 52 warga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, terdiri dari 12 peserta di Dusun Cibutun, 16 peserta di Dusun Citamiang, dan 24 peserta di Dusun Cibeas.

 

Program SANG SAE lahir sebagai respons terhadap persoalan pengelolaan sampah di Desa Sangrawayang yang masih menghadapi berbagai tantangan. Minimnya fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menyebabkan sebagian warga masih membakar atau membuang sampah secara sembarangan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan sekaligus berdampak pada kesehatan masyarakat.

Sebagai solusi, tim KKN-T IPB memperkenalkan metode SABDO, sebuah metode pengomposan yang mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Selain mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, metode ini juga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian masyarakat secara berkelanjutan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai klasifikasi sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3), beserta cara pengelolaan yang tepat. Tim KKN-T IPB juga menjelaskan dampak buruk pengelolaan sampah yang tidak sesuai serta manfaat penerapan metode SABDO sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat.

 

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, mahasiswa KKN-T IPB membangun bak komposting metode SABDO di Dusun Cibutun. Fasilitas tersebut diresmikan oleh Kepala Desa Sangrawayang, Muhtar, pada 24 Juli 2026 sebagai langkah awal pengelolaan sampah organik secara terpadu di desa.

Keberadaan bak komposting diharapkan dapat menjadi pusat pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos sehingga mampu mengurangi kebiasaan membakar maupun membuang sampah ke lingkungan. Untuk memperkuat keberlanjutan program, mahasiswa juga melakukan sosialisasi secara door to door sekaligus membagikan trash bag kepada setiap rumah tangga sebagai sarana pemilahan sampah organik sebelum dibawa ke bak komposting.

 

Koordinator Desa KKN-T IPB 2026 Desa Sangrawayang, Abdurroyyan Raizal, mengatakan program SANG SAE tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri.

 

«”Kelompok kami membawa program ini demi menciptakan lingkungan Desa Sangrawayang yang lebih bersih dan nyaman, serta masyarakat yang semakin peduli terhadap lingkungan. Kami berharap edukasi mengenai pemilahan sampah dan metode SABDO dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.»

 

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T IPB, Pemerintah Desa Sangrawayang, dan masyarakat, program SANG SAE diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed