Tinggalkan Warisan Digital di Hari Perpisahan, Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra Luncurkan Dashboard Pemdes Gandasoli

BERITA, SUKABUMI141 views

SUKABUMI — Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 53 Universitas Nusa Putra di Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya menjadi momentum perpisahan mahasiswa dengan masyarakat.

 

Pada Kamis (4/9/2025), para mahasiswa justru meninggalkan sebuah inovasi digital yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pelayanan administrasi dan keterbukaan informasi di tingkat desa.

 

Inovasi tersebut berupa Dashboard Pelayanan Terpadu berbasis digital yang diluncurkan dalam kegiatan penutupan KKN di Balai Desa Gandasoli. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.00 WIB itu dihadiri sekitar 55 peserta, terdiri dari mahasiswa KKN, pemerintah desa, Babinsa, jajaran RT dan RW, serta masyarakat.

Dashboard yang dapat diakses melalui pemdesgandasoli.com dirancang sebagai pusat informasi sekaligus sarana pelayanan digital bagi masyarakat Desa Gandasoli.

 

Ketua Kelompok KKN 53 Universitas Nusa Putra, Muhamad Azhar Raihan, mengatakan pengembangan dashboard tersebut berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat selama menjalankan program KKN.

 

Menurutnya, sebagian besar warga Desa Gandasoli bekerja sebagai petani sehingga waktu dan jarak menjadi salah satu kendala ketika harus datang ke kantor desa untuk mengurus administrasi.

 

“Kami melihat ada sekat jarak dan waktu yang harus dipangkas. Oleh karena itu, website ini kami rancang bukan sekadar sebagai etalase informasi, tetapi sebagai loket desa yang buka 24 jam di layar handphone warga,” ujar Azhar dalam sambutannya.

 

Pengajuan Surat dari Rumah

 

Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Loket Online atau pelayanan publik digital. Melalui fitur tersebut, warga dapat mengajukan permohonan dokumen administrasi tanpa harus langsung datang ke kantor desa pada tahap awal pengajuan.

Setelah mengisi data yang diperlukan melalui laman pelayanan, sistem akan memberikan kode tiket kepada pemohon. Kode tersebut dapat digunakan untuk memantau perkembangan permohonan, mulai dari status pending, diproses hingga selesai.

 

Fitur tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan warga untuk berulang kali mendatangi kantor desa hanya untuk mengetahui perkembangan dokumen yang sedang diurus.

 

Dashboard juga dilengkapi Panduan Warga yang memuat informasi mengenai persyaratan berbagai layanan administrasi dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga dapat dipahami masyarakat.

 

Selain pelayanan administrasi, mahasiswa KKN juga memasukkan fitur Transparansi Desa. Melalui menu tersebut, pemerintah desa dapat menyampaikan informasi terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), termasuk ringkasan dan infografis realisasi penggunaan dana desa.

 

Kehadiran fitur transparansi ini diharapkan dapat membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam mengawal pembangunan desa.

 

Informasi Desa dalam Satu Portal

 

Dashboard Pemdes Gandasoli juga menyediakan fitur Kabar Desa dan Kalender Desa yang dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi dan agenda kepada masyarakat.

 

Informasi mengenai kegiatan desa, musyawarah desa, pembagian bantuan, hingga kegiatan penyuluhan dapat dihimpun dalam satu portal sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih mudah.

Kepala Desa Gandasoli yang hadir dalam kegiatan tersebut menerima secara simbolis akses pengelolaan website. Ia mengapresiasi inovasi yang diberikan mahasiswa KKN sebagai bagian dari kontribusi selama menjalankan pengabdian di desa.

 

“Adik-adik mahasiswa telah membuka mata dan jendela desa kami ke dunia luar. Ini adalah kado perpisahan yang sangat berharga,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Gandasoli bersama perangkat desa, RT dan RW berkomitmen untuk merawat serta mengoptimalkan penggunaan sistem tersebut.

 

“Kami berkomitmen untuk merawat dan mengoperasikan sistem ini agar birokrasi Desa Gandasoli semakin modern, adaptif, dan yang terpenting semakin memudahkan urusan warga,” katanya.

 

Peluncuran dashboard tersebut menjadi salah satu rangkaian akhir pengabdian 19 mahasiswa KKN Tematik Kelompok 53 Universitas Nusa Putra di Desa Gandasoli.

 

Bagi mahasiswa, berakhirnya KKN menandai selesainya tugas lapangan. Namun bagi masyarakat desa, kehadiran dashboard digital tersebut diharapkan menjadi awal dari pola pelayanan yang lebih mudah, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

Melalui kolaborasi mahasiswa dan pemerintah desa, inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik serta keterbukaan informasi di Desa Gandasoli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed