Dua Rumah di Warungkiara Sukabumi Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku Masak

BERITA, SUKABUMI73 views

SUKABUMI — Dua rumah warga di Kampung Nyomplong RT 02/03, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar pada Selasa (18/8/2026) siang.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Dua rumah yang terbakar diketahui milik Mak Ioh dan putrinya, Dewi, yang lokasinya berdempetan.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian dan Operasional Penanggulangan Bencana (P2BK) Warungkiara, api diduga pertama kali muncul dari tungku yang digunakan Mak Ioh untuk memasak di dapur rumahnya.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 13.00 WIB, Mak Ioh masih melakukan aktivitas memasak seperti biasa. Setelah selesai memasak, ia meninggalkan rumah dan menuju kediaman anaknya untuk beristirahat karena kondisi udara yang panas.

Tak lama kemudian, Mak Ioh mendengar suara seperti ledakan dari arah rumahnya. Saat kembali mengecek, ia mendapati kobaran api telah membesar dan menjalar ke bagian atas bangunan.

Mak Ioh kemudian meminta pertolongan warga. Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan peralatan yang tersedia.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Lokasi rumah berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang cukup sempit. Selain itu, ketersediaan air di sekitar lokasi juga terbatas sehingga menyulitkan proses penanganan.

Posisi kedua rumah yang berdempetan membuat api dengan cepat merambat ke bangunan milik Dewi. Kobaran api akhirnya menghanguskan kedua rumah hingga mengalami kerusakan berat.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari tungku masak,” ujar P2BK Warungkiara Yudi Ridwan.

Dalam penanganan kejadian tersebut, P2BK Warungkiara berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Hegarmanah, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta petugas Damkar Posko V Cibadak.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akibat kebakaran, satu kepala keluarga yang terdiri dari satu jiwa harus mengungsi.

Mak Ioh diketahui tinggal seorang diri karena anak keduanya sedang berada di luar kota. Sementara Dewi diketahui sedang berada di rumah suaminya di luar daerah ketika peristiwa kebakaran terjadi.

Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan sumber api di dalam rumah, termasuk tungku tradisional. Tungku maupun sumber api lainnya hendaknya tidak ditinggalkan sebelum dipastikan benar-benar padam dan dalam kondisi aman.

Kewaspadaan tersebut penting untuk mencegah potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman dengan bangunan yang berdekatan dan akses penanganan yang terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed