Gunung Anak Krakatau Erupsi Sejak Tengah Malam, Lava Fountain Disertai Dentuman

BERITA31 views

 

BANTEN – Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam. Aktivitas vulkanik tersebut berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) pagi dan ditandai munculnya lava fountain atau lava air mancur serta suara dentuman dan gemuruh.

 

Berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berlangsung sekitar pukul 23.07 WIB pada Jumat malam.

 

Aktivitas erupsi masih terus terjadi hingga laporan pengamatan periode pukul 00.00-06.00 WIB, Sabtu (5/9/2026), dibuat.

 

Dalam laporan tersebut, kondisi Gunung Anak Krakatau sempat terlihat jelas sebelum kemudian tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Sementara asap kawah tidak teramati.

 

Fenomena erupsi kali ini juga disertai lava fountain. Lontaran lava tersebut menandai aktivitas erupsi yang masih berlangsung di gunung api yang berada di tengah Selat Sunda tersebut.

 

Selain lava pijar, suara dentuman dan gemuruh juga terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, Kabupaten Serang.

 

Aktivitas erupsi bahkan menyebabkan kamera pengawas (CCTV) di lapangan mengalami gangguan setelah terkena lontaran material vulkanik.

 

“Erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur. Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos PGA Pasauran,” demikian keterangan dalam laporan pengamatan PVMBG.

 

Tercatat Gempa Erupsi

 

Dari hasil pemantauan kegempaan, tercatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.

 

Durasi gempa tercatat sangat panjang, yakni mencapai 21.600 detik.

 

Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

 

PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

 

Aktivitas masyarakat juga dilarang dilakukan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

 

Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi tersebut untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas erupsi dan lontaran material vulkanik.

 

Kondisi cuaca di sekitar gunung api pada periode pengamatan dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah sampai sedang yang bergerak ke arah barat laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed