BPBD DKI Tebar 2,4 Ton Garam di Langit Sukabumi hingga Ujung Kulon untuk Modifikasi Cuaca

BERITA, SUKABUMI510 views

SeputarSukabumi — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menaburkan 2,4 ton natrium klorida (NaCl) atau garam higroskopis di langit Sukabumi, Jawa Barat hingga Ujung Kulon, Banten dalam rangka Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari keenam.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan awan berpotensi hujan lebat sebelum memasuki wilayah Jabodetabek. “Tim di lapangan melaksanakan tiga kali penerbangan dengan fokus penyemaian di perairan selatan hingga barat Banten,” kata Isnawa di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Pada misi pertama, penyemaian dilakukan pukul 09.10–11.26 WIB di perairan selatan Ujung Kulon dengan ketinggian terbang 8.400–8.600 kaki. Misi kedua berlangsung pukul 12.22–14.51 WIB di area perairan selatan Ujung Kulon dan selatan Sukabumi pada ketinggian 10.000 kaki. Sementara penerbangan ketiga dilakukan pukul 15.38–17.00 WIB di wilayah Lebak, Pandeglang, serta perairan barat dan selatan Banten, dengan total garam yang ditebar mencapai 2,4 ton.

Isnawa menjelaskan, penyemaian dilakukan dengan pola berlapis untuk memaksimalkan pengendalian awan. Berdasarkan observasi tim, awan cumulus humilis hingga cumulus towering terpantau berkembang di area penyemaian dengan ketinggian puncak awan antara 8.000–11.000 kaki dan arah angin dominan dari timur hingga barat dengan kecepatan 6–18 knot.

BPBD DKI bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi rutin untuk menilai efektivitas operasi ini. “Kami berkoordinasi setiap hari dengan BMKG dan TNI AU untuk menentukan titik semai paling potensial. Dengan kolaborasi ini, kami berupaya menjaga curah hujan tetap terkendali dan meminimalkan potensi genangan serta banjir di Jakarta,” jelas Isnawa.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut modifikasi cuaca dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dalam 25 hari ke depan. Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran dan bekerja sama dengan BMKG serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pelaksanaan operasi ini.

“Mulai kemarin kami sudah bekerja sama dengan BMKG dan BNPB untuk modifikasi cuaca. Anggaran sudah disiapkan karena diperkirakan dalam 25 hari ke depan akan ada beberapa kali anomali dan cuaca ekstrem,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed