DPRD Sukabumi Minta Antisipasi Kecurangan Timbangan Ikan di Palabuhanratu

BERITA, SUKABUMI120 views

Sukabumi – DPRD Kabupaten Sukabumi meminta dinas terkait segera mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya dugaan kecurangan timbangan ikan di kawasan Palabuhanratu yang sempat viral di media sosial.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, menyampaikan keprihatinannya atas keluhan wisatawan yang mengaku dirugikan akibat perbedaan berat timbangan saat membeli ikan laut. Menurutnya, persoalan tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik sekaligus mencoreng citra pariwisata daerah.

Ia menegaskan, praktik ketidakjujuran sekecil apa pun dapat berdampak luas terhadap reputasi destinasi wisata unggulan Kabupaten Sukabumi.

Untuk itu, Komisi III DPRD meminta Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi segera melakukan investigasi serta pengecekan langsung di lapangan, khususnya di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas perdagangan juga diminta diperketat secara konsisten.

DPRD juga mendorong dilakukannya tera ulang atau kalibrasi timbangan milik pedagang secara berkala melalui kerja sama lintas instansi guna memastikan keakuratan alat ukur.

Sebagai upaya meningkatkan transparansi, DPRD mengusulkan penyediaan timbangan pos pantau di titik-titik strategis kawasan TPI. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan wisatawan untuk mengecek ulang berat ikan yang dibeli.

Selain pengawasan, pendekatan pembinaan terhadap pedagang juga dinilai penting. Edukasi mengenai kejujuran dalam berdagang disebut sebagai faktor utama dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sementara itu, Ketua ASPIBARA, Deni Supriadi, menjelaskan bahwa ketersediaan ikan di Palabuhanratu bersifat dinamis. Dalam kondisi stok menipis, pedagang kerap mendatangkan pasokan dari luar daerah seperti Muara Angke, Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperbaiki standar pelayanan serta menjaga kualitas produk yang dijual kepada wisatawan.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Iwan Darmawan, menyebut pasokan ikan dari luar daerah merupakan hal yang wajar karena faktor musim. Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan kualitas melalui sistem rantai dingin agar tetap terjaga.

Ia juga mengakui bahwa faktor harga murah terkadang membuat pedagang tergiur mengambil ikan dengan kualitas kurang optimal. Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan pembinaan dan pengawasan secara rutin, serta memberikan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.

Dinas Perikanan memastikan akan terus mengingatkan pedagang untuk menjaga kejujuran, kualitas produk, dan pelayanan kepada konsumen sebagai upaya menjaga ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed