SeputarSukabumi – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi ajang untuk memperkuat komitmen terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Fokus utama yang diusung adalah mengenai pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan guna melahirkan generasi muda yang unggul di daerah tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Rika Yulistina, menyampaikan bahwa pencapaian kemajuan pendidikan memerlukan peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan beban bersama, tidak hanya bertumpu pada pemerintah.
“Pendidikan harus bisa diakses oleh siapa saja tanpa terkecuali. Setiap anak di Sukabumi, baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun mereka yang berada di pelosok seperti Cisolok atau Simpenan, memiliki hak yang setara untuk meraih cita-cita setinggi mungkin,” ungkap Rika.
Tantangan Infrastruktur di Wilayah Terpencil
Rika menyoroti berbagai hambatan yang masih terjadi di lapangan, khususnya terkait keterbatasan infrastruktur bangunan sekolah dan adanya kesenjangan akses pendidikan di daerah-daerah terpencil. Ia mendesak agar permasalahan ini segera diperbaiki secara konsisten dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Rika memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru honorer dan orang tua di wilayah pedalaman yang tetap gigih mempertahankan semangat belajar-mengajar meskipun fasilitas yang tersedia sangat terbatas.
“Saya sering menjumpai ruang kelas dengan kondisi atap yang memprihatinkan, namun semangat anak-anak di dalamnya tetap menyala. Meski fisik bangunan rapuh, semangat mereka tidak boleh padam. Adalah tugas kita, baik orang tua maupun pemerintah, untuk menjadi penopang mimpi-mimpi mereka,” tambahnya.
Komitmen Kebijakan Pendidikan Inklusif
Lebih lanjut, Rika menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pendidikan agar lebih inklusif. Hal ini mencakup upaya perbaikan fasilitas sekolah serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi.
Ia juga mengajak seluruh elemen—mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat luas—untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung ekosistem pendidikan.
“Hardiknas 2026 adalah seruan bagi kita semua untuk berkontribusi bagi masa depan anak-anak. Mari kita upayakan agar Sukabumi tidak hanya unggul dalam sumber daya alam, tetapi juga memiliki generasi yang cerdas, beradab, dan berkualitas,” tutupnya.









