Penguatan Empat Pilar Kebangsaan, DPRD Sukabumi Ajak Warga Jaga Persatuan

BERITA, SUKABUMI97 views

SUKABUMI – Penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Rumah Marhaen, Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup hanya sebatas pengetahuan atau hafalan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui perilaku dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Pancasila itu bukan hanya ditanam di mulut, tetapi harus ditanam di hati. Artinya, perilaku kita sehari-hari harus benar-benar berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila,” ujar Paoji.

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III, Yulius Setiarto. Turut hadir Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Raden, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Dapil VI Anang Janur, kader partai, komunitas Bengkers, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Paoji mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar menjadi ruang penting untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini menjadi momentum yang baik untuk terus mengingatkan masyarakat. Penguatan ideologi Pancasila bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia menilai masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Jampangkulon, memiliki modal sosial yang cukup kuat dalam menjaga kebersamaan. Nilai gotong royong dan pemahaman terhadap simbol-simbol negara, menurutnya, masih cukup melekat dalam kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, masyarakat di sini, baik petani maupun masyarakat lainnya, sudah cukup memahami nilai-nilai kebangsaan. Mereka mengenal Pancasila, NKRI dan Garuda Pancasila. Ini tentu menjadi sesuatu yang harus terus kita jaga dan perkuat,” ungkapnya.

Paoji juga menekankan pentingnya pendidikan Pancasila dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda. Menurutnya, keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.

Ia berpandangan bahwa metode pendidikan Pancasila perlu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa menghilangkan substansi nilai yang terkandung di dalamnya.

“Dulu kita mengenal P4. Sekarang mungkin bentuknya berbeda, tetapi semangat pendidikan dan penghayatan terhadap Pancasila jangan sampai hilang. Justru harus diperkuat sesuai dengan kondisi zaman,” tuturnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran lebih besar melalui program penguatan ideologi Pancasila yang dapat menyentuh masyarakat secara langsung.

“Kalau pemerintah daerah memiliki program dan anggaran untuk sosialisasi ideologi Pancasila, tentu sangat baik. Karena penguatan ideologi Pancasila ini merupakan kepentingan bangsa dan tanggung jawab kita semua,” jelas Paoji.

Selain menjadi sarana edukasi kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara jajaran legislatif, partai politik, dan masyarakat.

Paoji berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi. Dengan demikian, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.

“Kami berharap anggota DPR RI maupun jajaran partai bisa lebih sering turun ke Sukabumi. Kehadiran mereka bukan hanya untuk kepentingan politik, tetapi juga untuk mendengar aspirasi masyarakat dan memperkuat konsolidasi bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed